Prides-Online Peduli Bencana

Sekali lagi rekan-rekan di Prides Online berupaya menggalang dana kemanusiaan untuk menolong teman-teman kita di Wasior, Yogyakarta dan Mentawai.

Seperti yang kita ketahui bahwa ketiga daerah tersebut sedang dirundung duka karena Bencana Alam yang terjadi di ketiga wilayah tersebut.

Pada tanggal 4 Oktober 2010, banjir bandang melanda Wasior, Papua Barat, menewaskan kurang lebih 87 orang, 837 orang luka-luka dan sebanyak 67 orang masih dinyatakan hilang.

Pada tanggal 26 Oktober 2010, gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta mengeluarkan muntahan abu vulkani dan awan panas. Setidaknya 34 orang meninggal, 46 orang luka-luka dan kurang lebih 44.000 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tanggal 27 Oktober 2010, gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang kepulauan Mentawai, Sumatra Barat dan mengakibatkan gelombang tsunami menerjang daerah tersebut. Setidaknya 413 orang meninggal, 350 orang luka-luka dan 298 orang masih dinyatakan hilang (liputan6.com)

Atas dasar ingin meringankan beban yang dialami oleh para korban bencana di atas, maka dibukalah penggalangan dana melalui salah satu thread di prides-online

Diharapkan bantuan yang terkumpul bisa membantu mereka yang membutuhkan. Jumlah yang sedikit bagi kita mungkin sangat berarti banyak bagi mereka.

Info lengkap penggalangan dana
PRIDES PEDULI….

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kuras Tangki Sendiri?? Siapa Takut…

Sudah hampir 3 tahun umur motor kesayangan tapi belum pernah satu kalipun isi tangki dikuras apalagi dibersihin. Mungkin karena belum ada keluhan makanya hal tersebut dianggap belum perlu dilakukan. Tapi dalam rangka perjalanan jauh yang akan dilakukan awal Desember nanti maka motor mulai dicicil untuk “dirapihkan”.

Setelah minggu kemarin membungkus ulang kabel-kabel body yang mulai berantakan maka hari Minggu ini direncanakan untuk menguras tangki untuk pertama kalinya.

Berbekal referensi dari beberapa rekan di Prides dan didukung oleh cuaca yang sangat cerah maka rencana untuk menguras sendiri tangki motor kesayangan siap untuk dilaksanakan.

Beberapa peralatan yang dibutuhkan :

1. Kunci Pas uk.12 (buat ngelepas tangki dari bodi motor)
kunci 12

2. Kunci Pas uk.8 (buat buka sensor bensin)
Kunci Pas uk8

3. Obeng Kembang (buat buka kran bensin)
Obeng Kembang

4. Masker (melindungi dari uap bensin)
Masker

Langkah-Langkah

1. Siapkan wadah untuk menampung bensin yang masih ada di dalam tangki (bisa menggunakan botol bekas air mineral)

2. Putar kran bensin ke posisi OFF.
Kran OFF

3. Cabut selang bensin yang masuk ke karburator dan masukkan ke dalam wadah yang telah disiapkan

4. Putar posisi keran ke arah RES, biarkan bensin mengalir ke wadah penampungan
Kuras Bensin

5. Usahakan jangan sampai semua bensin pindah ke penampungan, sisakan sedikit di dalam tangki

6. Lepas tangki dari body motor, pergunakan kunci pas uk.12
Lepas Tangki Motor

7. Jangan lupa untuk copot kabel sensor bensin
Sensor Bensin

8. Lepas keran bensin dengan menggunakan Obeng plus
Lepas Kran Bensin

9. Buang sisa bensin kedalam ember, kalo anda tidak rajin menguras tangki maka di sisa bensin yang keluar dari tangki akan keluar air bercampur dengan karat yang mirip seperti lumpur 😀
Isi Tangki

Akibat jarang menguras tangki bensin = 350ml air bercampur karat
Isi Air di dalam Tangki

Bagi yang tidak punya banyak waktu, kegiatan kuras tangki cukup sampai langkah kesembilan, tapi bagi yang punya banyak waktu bisa mencuci isi tangki dengan sabun.

Bagi yang ingin membersihkan tangki dengan air sabun pastikan sabun dibilas sampai bersih dan pastikan kondisi di dalam tangki sudah benar-benar kering sebelum memasang kembali tangki ke body motor.

Jemur Tangki
“Proses penjemuran tangki”

Semoga Bermanfaat…

Posted in Otomotif | 7 Comments

Jakarta Sepiii…..

Mungkinkah Jakarta terbebas dari kemacetan? pertanyaan yang sering terlempar oleh kita para pengguna jalan di Jakarta yang sehari-hari bergelut dengan kemacetan yang semakin tak terhindarkan di mana-mana.

Pemandangan Jakarta yang berbeda terlihat H-1 menjelang dan H+1 sesudah Hari Raya Idul Fitri 1431H, jalanan protokol tampak sepi. Mungkin hanya pada waktu-waktu inilah Jakarta terbebas dari kemacetan.

Sudirman H-1
Jl. Jend. Sudirman, 9 Sept 2010

Dukuh Atas H-1
Dukuh Atas, 9 Sept 2010

Bunderan HI
Bunderan HI, 9 Sept 2010

Thamrin H-1
Jl. MH. Thamrin H-1, 9 Sept 2010

Grand Indonesia
Depan Grand Indonesia, 11 Sept 2010

Thamrin H+1
Jl. MH Thamrin, 11 Sept 2010

Bunderan HI
Bunderan HI, 11 Sept 2010

Yup, kota Jakarta telah ditinggal oleh sebagian penduduknya… 😀

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PRIDES – Berbagi Bersama Ramadhan 1431H

Seperti pada tahun sebelumnya, Ramadhan 1431H ini Prides Chapter Jakarta kembali mengadakan kegiatan bakti sosial. Kali ini tujuannya adalah Yayasan Al Iman, yang terletak di kawasan Mesjid Imanuddin di daerah Graha Bintaro – Tangerang.

Yayasan Al-Iman

Yayasan ini mengelola sekolah gratis bagi anak yatim dan anak dari keluarga tidak mampu yang tinggal disekitar mesjid. Mereka memiliki sekolah sendiri, namun masih sebatas tingkat TK dan SD, sedangkan untuk tingkat SMP, anak-anak yatim dan kurang mampu ini sekolah di sekolah umum biasa namun pihak yayasan membantu dalam keperluan sekolahnya.

Acara dimulai dari perkenalan dengan pihak pengurus yayasan kemudian dilanjutkan dengan beberapa permainan yang dilangsungkan di halaman mesjid.

Anak-anak tersebut juga kami beri kesempatan untuk menaiki motor kami dan berfoto diatasnya tentu saja motor dalam posisi parkir. 😀

Acara bakti sosial ini berhasil memberikan bantuan berupa sembako dan juga sejumlah uang yang terkumpul dari sumbangan rekan-rekan di Forum Prides Online. Akhirnya acara bakti sosial ini ditutup dengan mendengarkan tausiyah dan buka puasa bersama

bukber

Foto Bersama:

Foto Bareng

Kegiatan bakti sosial Prides tidak hanya dilakukan oleh Chapter Jakarta saja. Tercatat Prides Chapter Palembang dan Prides Chapter Bogor juga melakukan hal yang serupa. Prides Chapter Palembang seperti yang dikutip dari Sriwijaya Post, melakukan bakti sosial bersama rekan-rekan BUG (Bajaj Unite Groupee) ke sebuah Panti Asuhan Jaya Murni yang letaknya cukup lumayan jauh dari kota Palembang.

Prides Chapter Palembang

Lain halnya dengan Prides Chapter Bogor yang juga melakukan bakti sosial, namun kali ini dengan anak-anak jalanan. Bersama komunitas Kopaja, bakti sosial ini berlangsung cukup seru, dari laporan yang dibuat di POL terlihat bahwa sejenak anak-anak jalanan tersebut melupakan beban berat yang setiap harinya mereka pikul.

chapter bogor

Pada akhirnya salut buat rekan-rekan di Prides, ditengah kesibukan rekan-rekan, masih menyempatkan berbagi dengan sesama. Yang kita berikan tidaklah banyak, namun Insya Allah sangat berarti bagi mereka.

Amin

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Aksi Penolakan Pembatasan Sepeda Motor

Tanggal 28 Agustus 2010 kemarin, saya dan temen-temen di forum POL mengikuti aksi damai turun ke jalan untuk menolak rencana kebijakan Pemerintah DKI yang akan membatasi penggunaan sepeda motor tanpa menyediakan transportasi publik yang layak.

Flyer Aksi

Aksi ini digagas oleh RSA (Road Safety Association) dan didukung oleh beberapa komunitas motor yang ada di Jakarta, diantaranya MILYS, YJOC, PRIDES, PULSARIAN, KBC, S2W dan masih banyak lagi.

Tanpa dibayar dan tanpa disediakan apapun, aksi ini murni keprihatinan para biker akan wacana konyol dari Pemerintah DKI yang akan membatasi penggunaan sepeda motor dimana salah satunya tidak diperbolehkannya sepeda motor melewati jalan protokol seperti Sudirman – Thamrin

spanduk

Aksi turun ke jalan ini dimulai dari Panahan – Senayan dan berakhir di Monas. Dengan jumlah peserta yang mencapai 200-an sepeda motor aksi ini sangat tertib, hanya dibeberapa titik yg menimbulkan kemacetan sesaat, selebihnya bisa dibilang tidak mengganggu lalu lintas karena hanya memakai setengah dari jalur lambat.

Aksi ditutup dengan pembacaan 3 butir petisi oleh seluruh peserta aksi dan rencananya pada hari Senin, 30 Agustus 2010, petisi tersebut akan diserahkan kepada Gubernur DKI jakarta, Fauzi Bowo, oleh team dari RSA dan perwakilan rekan-rekan biker.

Semoga Pemerintah DKI mendengar aksi kami dan memikirkan cara lain untuk mengurangi kemacetan tanpa menghilangkan hak kami para pengendara sepeda motor untuk menggunakan jalan yang sama dengan pengendara mobil.

Salam Brotherhood…. 🙂

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sidang Tilang – Sebuah Proses Yang Harus Diperbaiki

Ini adalah sidang tilang saya yang pertama kali semenjak berkendara baik roda dua ataupun roda empat, sebelumnya saya selalu memilih “jalan damai” atas pelanggaran yang saya lakukan.

Saya ditilang gara-gara melanggar rambu lalu lintas yaitu berputar arah di bunderan HI dari Jl. Sudirman menuju Jl Diponegoro pada jam 17.00. Saya memang dalam kondisi tidak tahu jika pada jam tersebut tidak diperbolehkan berputar menuju ke arah jl. Diponegoro.

Pada saat diberhentikan oleh Pak Polisi saya memutuskan untuk ditilang saja, walaupun saat itu Pak Polisi menawarkan jasa “titip”, namun saya menolak dan tetap minta ditilang saja.

Pada hari sidang tilang yang sudah ditentukan, 6 Agustus 2010, saya datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Jl. Gajah Mada. Jam 8 tepat saya sudah parkir di depan Pengadilan Negeri dan tampak sudah banyak yang datang. Terlihat dari parkiran motor yang cukup banyak.

sidang sim

Setelah parkir, petugas parkir meminta uang parkir Rp. 2.000 dibayar dimuka dan belum sampai melepas helm sudah ada orang yang datang menghampiri untuk menawarkan jasa pengambilan SIM. Tidak menghiraukan calo tersebut saya langsung masuk kedalam sambil menenteng helm (trauma helm hilang diparkiran 🙂 ). Ternyata sampai dipintu petugas keamanan melarang helm dibawa masuk dan akhirnya helm saya titipkan di pos satpam.

Hari itu sidang SIM C ada di lantai 3, langsung naik ke lantai 3 dan ternyata sudah banyak orang yang datang lebih pagi dari saya, mungkin sekitar 150 orang sudah menunggu pagi itu.

sidang sim2

Hampir satu jam menunggu belum ada satupun petugas yang tampak datang untuk mempersiapkan proses sidang, baru sekitar jam 9.15, seorang petugas tampak membuka ruang sidang. Tanpa ragu-ragu saya masuk juga keruang sidang beserta orang-orang yang saat itu dapat jadwal sidang juga.

sidang sim13

Ternyata di Pengadilan Negeri Jakpus ini tidak menerapkan “first come first serve”, ini terlihat saat peserta sidang diminta untuk mengumpulkan surat tilang, dengan tenangnya petugas mengambil kertas lalu membuang ke lantai.

sidang sim1

Setelah hampir semua “menyerahkan” surat tilang, petugas merapihkan satu per satu surat tilang yang tercecer di lantai setelah itu membawanya ke suatu ruangan untuk di cocokkan dengan slip biru yang terdapat SIM kita.

Photobucket

Setengah jam berlalu, petugas keluar dari ruangan dan membawa berkas-berkas ke ruang sidang. Tidak berapa lama kemudian Hakim memasuki ruang sidang dan peserta sidang yang saat itu jumlahnya mungkin sudah mencapai 600-an orang berebut masuk ke ruang sidang.

sidang sim3

Tidak semua bisa masuk ke ruang sidang karena sudah penuh sesak sampai akhirnya memenuhi lorong di luar ruang sidang

Photobucket

Sidang pun dimulai, para pelanggar dipanggil berdasarkan urutan tumpukan berkas bukan berdasarkan siapa yang datang pertama kali. 10 orang dipanggil secara bersamaan untuk duduk di kursi terdakwa mendengarkan hakim yang memberi tahukan kesalahan mereka dan memutuskan denda tilangnya.

sidang sim12

Karena terlalu banyaknya peserta sidang maka Hakim memutuskan untuk mengganti metode sidang yaitu siapa yang dipanggil oleh Hakim, dia harus menjawab hadir dan langsung menuju loket pembayaran denda tanpa harus duduk di kursi pesakitan.

Sekitar jam 10.52 nama saya akhirnya dipanggil juga, langsung tunjuk tangan menandakan kehadiran dan keluar dari ruang sidang menuju loket pembayaran denda.

Sampai di loket ternyata harus menunggu berkas diambil dari ruang sidang, Namun tidak sampai 10 menit ada petugas yang membawa tumpukan berkas dari ruang sidang. Dan beruntung lagi nama saya langsung dipanggil, bayar Rp 40.000 untuk kesalahan melanggar rambu lalu lintas dan saya mendapatkan SIM saya kembali 🙂

Jam menunjukkan pukul 11.12, artinya 4 jam saya berada di lingkungan Pengadilan Negeri Jakpus hanya untuk sekedar dipanggil kemudian membayar denda Rp 40.000. Dan saat berada di bawah, saya cukup terkejut dengan jumlah orang yang masih menunggu untuk mengikuti sidang, jumlahnya mungkin lebih dari 200 orang.

Sulit dipercaya jika pada hari itu ada 1500 orang yang sidang tilang maka pendapatan yang seharusnya masuk ke negara sebesar 1500 x Rp 40.000 = Rp 60.000.000. Semoga uang tersebut memang masuk ke Kas Negara seutuhnya.

sidang sim11

sidang sim8

sidang sim7

Kalau sistem peradilannya tidak segera dibenahi, mungkin jika saya ditilang lagi, lebih baik “titip” saja ke Pak Polisi dengan pertimbangan efisiensi waktu, namun semoga saya tidak harus melakukan itu…

Saatnya kembali ke kantor, masih banyak pekerjaan menunggu…

Tips Mengikuti Sidang SIM

1. Datang pagi sekitar jam 8 agar prosesnya bisa lebih cepat
2. Bawa air mineral untuk menjaga agar tidak dehidrasi saat bedesak-desakan
3. Usahakan jangan bawa tas, karena anda akan berdesak-desakan dengan ratusan orang
4. Jangan bawa mobil, kalaupun harus membawa mobil, parkir di Area Mal atau pusat perkantoran dekat Pengadilan Negeri

Semoga bermanfaat…

Posted in Birokrasi | 2 Comments

Samsat Keliling

Bagi anda yang sibuk untuk mengurus perpanjangan STNK atau SIM di Kantor Samsat wilayah masing-masing kenapa tidak mencoba memperpanjang di Samsat Keliling yang setiap hari beroperasi di 5 wilayah Ibu Kota.

samsat kel 1

Sebelum mengunjungi samsat keliling, pastikan dulu lokasi Bis Samsat Keliling akan menetap pada hari tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengirimkan sms ke 1717 yang isinya menanyakan lokasi SIM dan STNK keliling.

Contoh sms yang penulis pernah kirimkan pada saat akan memperpanjang pajak tahunan STNK adalah “Selamat pagi, hari ini mobil STNK Keliling ada dimana saja?” dan tidak berapa lama sms balasan akan diterima di handphone anda. Berikut adalah sms balasan yang saya terima saat itu,

“SIM&STNK:JS:TMP X-BATA,JP:LTC GLODOK(sim)/PELNI GJH MADA(stnk), JU:MM.PLUIT,JB:CAREFOUR PURI KEMBANGAN(stnk)/COPILAS JOGLO(sim),JT:MAKRO PS.REBO,jam08.30-12.00”

JU:Jakarta Utara, JP: Jakarta Pusat, JU: Jakarta Utara, JB: Jakarta Barat dan JT: Jakarta Timur.

Tidak semua Bis keliling tersebut menerima pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor, ada juga yang melayani perpanjangan SIM (Surat Ijin Mengemudi). Hal tersebut bisa dilihat dari keterangan yang terdapat pada balasan sms tersebut.

Selain SMS, info Samsat Keliling juga bisa dilihat di website TMC polda Metro. Oh iya, Samsat Keliling ini hanya melayani warga DKI saja, artinya jika STNK atau SIM yang ingin diperpanjang atas nama penduduk luar DKI, seperti Tangerang, Depok, Bekasi, dsb, maka perpanjangan tidak bisa dilakukan di Samsat Keliling ini, harus ke Samsat setempat.

samsat kel 2

Saat ini saya hanya menjabarkan proses perpanjangan STNK atau pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan di Samsat Keliling. Perlu saya ingatkan bahwa Samsat keliling hanya menerima perpanjangan pajak tahunan saja, Jika sudah harus mengganti plat nomer maka harus diurus di Samsat tempat di terbitkannya STNK.

Proses Pembayaran Pajak Tahunan Kendaraan Bermotor:

1. Pengambilan Formulir

Ambil formulir pendaftaran dengan menunjukkan BPKB, STNK dan KTP Asli (sesuai dengan nama yang tertera di STNK), letaknya di pintu depan Mobil Samsat Keliling

Photobucket

Pengambilan formulir ini tidak dipungut biaya apapun, namun untuk pengisian formulir tersebut kita harus menyediakan pulpen sendiri, karena di meja untuk pengisian tidak disediakan pulpen, kalau mau beli pulpen di bagian pendaftaran di atas jual kok Rp 2.000 saja.

2. Penyerahan Formulir

Formulir yang sudah diisi dan ditanda tangan kemudian diserahkan ke bagian pendaftaran dengan melampirkan STNK+Bukti pembayaran tahun sebelumnya (Surat Ketetapan pajak Daerah PKB/BBN-KB dan SWDKLLJ), BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor), dan KTP (Kartu Tanda Penduduk).
Dokumen yang saya sebutkan tadi juga diminta fotokopiannya, jadi sebelum mengurus di Samsat Keliling, ada baiknya dokumen-dokumen tersebut difotokopi, karena Bis Samsat Keliling tidak ada mesin fotokopi.
Dan perlu diingat nama dan alamat pada STNK harus sama pada KTP karena kalau tidak sama maka tidak bisa diurus di sini, harus ke Kantor Samsat langsung.

Photobucket

Setelah dicek antara BPKB, STNK dan KTP, maka BPKB asli langsung dikembalikan sedangkan KTP asli dan STNK asli masih “dipinjam” untuk proses lebih lanjut.

3. Pembayaran

Setelah proses nomer 2 di atas, kita harus menunggu beberapa menit untuk proses administrasi yang dilakukan Staf Samsat di dalam bis tersebut. Tidak berapa lama Kita dipanggil di loket Pengambilan STNK, dan kita akan diberi Resi/Invoice 4 rangkap yang berisi jumlah uang yang harus dibayarkan di loket Kasir.

Photobucket

Di loket kasir kita harus mengantri lagi untuk membayar Pajak STNK, tapi jangan khawatir, antriannya tidak lama. Setelah proses pembayaran selesai kita akan menerima kembali 2 rangkap Resi/Invoice yang sudah di cap dan tanda tangan (warna putih dan merah).

4. Pengambilan STNK dan KTP

Dari loket Kasir kita harus menunggu lagi untuk proses akhir, yaitu pengambilan STNK dan KTP serta bukti pembayaran pajak tahunan. Hal ini juga tidak memakan waktu yang lama, Nama pemilik kendaraan yang tertera di SNTK akan dipanggil. Dengan menukarkan Resi/Invoice warna merah maka kita akan menerima kembali STNK dan KTP asli serta Bukti Pembayaran pajak Tahunan (Surat Ketetapan pajak Daerah PKB/BBN-KB dan SWDKLLJ). Total waktu yang saya butuhkan untuk mengurus semua ini cuma 45 menit.

Tips untuk Perpanjangan Pajak Kendaraan bermotor di Samsat Keliling :

1. Datang pagi
2. Fotokopi dulu STNK, BPKB dan KTP
3. Bawa pulpen sendiri
4. Pastikan nama dan alamat di STNK sama dengan di KTP
5. Tidak ada biaya tambahan apapun selain yang tertera di Invoice
6. Tidak perlu beli map
7. Bagi yang motornya bukan atas nama sendiri, tidak perlu Surat Kuasa, cukup meminjam KTP yang bersangkutan aja

Dan perlu diingat :
Samsat Keliling hanya untuk perpanjangan pajak tahunan bukan penggantian STNK atau penggantian Plat nomer

Semoga informasi ini bermanfaat… 🙂

Posted in Birokrasi | Leave a comment